Satechain Media

Wow! Rusia Jadi Salah Satu Penambang Bitcoin Terbesar Dunia

SHARE

satechainmedia.com- Siapa sangka, Rusia yang merupakan salah satu negara yang melarang transaksi menggunakan mata uang crypto ternyata juga menjadi salah satu penambang bitcoin terbesar dunia.

Rusia dikabarkan akan keluarkan mata uang digital resmi milik negara. Gubernur Bank Sentral rusia, Nubiullina menyampaikan “kami akan melakukan uji coba uang digital ini tahun depan”.

Alexey Moiseev selaku Wakil Menteri Keuangan Federasi Rusia menjelaskan bahwa  undang-undang tersebut tidak sepenuhnya membatasi perdagangan crypto di Rusia.

Warga masih diizinkan melakukan perdagangan crypto seperti Bitcoin (BTC) di valuta asing. Namun, transaksi menggunakan cryptocurrency di dalam negeri dianggap ilegal.

Namun ada fakta unik didalam hal ini, tren penambangan Bitcoin di rusia ternyata terus meningkat dari waktu ke waktu.

Rusia jadi Penambang Bitcoin Terbesar Ketiga di Dunia

Semenjak China memutuskan sebagai anti-crypto, hashrate penambangan Bitcoin terus meningkat.

Dilansir oleh satechainmedia.com sebelumnya, Hashrate Bitcoin diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga 200 exahash per detik. Kenaikan ini diperkirakan akan terus terjadi hingga tahun 2022 dan 235 hexsahash per detik pada tahun 2023.

Hashrate merupakan indikator kecepatan penambangan aset crypto. Hash dikomputasi dalam hitungan per detik.

Rusia menduduki peringkat ke 3 penambangan crypto dunia dengan pencapaian hingga 100 Exahashes per second (Eh/s) atau mengalami kenaikan 13,6% dari September 2019 lalu. Penambangan Bitcoin di Rusia meningkat secara signifikan hingga berita ini diturunkan.

Hashrate Penambangan Bitcoin di Rusia masih di atas US

Kecepatan penambangan Bitcoin di Rusia yang terus meningkat ternyata membuat negara ini masih tetap berada di atas US yang menduduki peringkat keempat.

Ketika pihak berwenang China meluncurkan kampanye untuk mengekang aktivitas terkait cryptocurrency, para penambang mulai meninggalkan negara itu dan pindah ke area energi murah.

Banyak dari mereka memilih Amerika Serikat. China melarang cryptocurrency pada akhir September. People’s Bank of China melabeli semua kegiatan yang terkait dengan mata uang digital sebagai ilegal dan berjanji untuk mengambil tindakan tegas untuk menekan perdagangannya.

Diketahui, US juga mengalami kenaikan hashrate hingga 42% atau mencapai 85 Eh/s. Cambridge Bitcoin Electricity Consumption Index menunjukkan bahwa tingkat penambangan Bitcoin di berbagai negara terus melonjak.

Negara seperti Malaysia, Iran, Khazastan, Canada, dan lainnya masih memiliki kecepatan penambangan Bitcoin dibawah 50 Exahashes.