Satechain Media

Mengenal Lebih Dekat, Mata Uang Kripto Chia (XCH)?

SHARE

satechainmedia.com- Chia adalah sebuah jaringan lokal yang disini ingin membangun sebuah platform transaksi pintar blockchain yang lebih baik dan baru.

Dengan perluasan cryptocurrency untuk seluruh dunia serta adopsi aset digital oleh mayoritas besar individu maupun perusahaan. Jaringan Chia disini selalu berupaya untuk membuat kontrak pintar lebih berkelanjutan, aman dan juga kuat.

Saat ini telah didukung oleh banyak sekali perusahaan Ventura seperti Richmond Global Ventures,  Slow Ventures, Galaxy Digital, Andreessen Horowitz, Chia Network, Ravicant dan lain-lain.

Beberapa dari nama tersebut memang sangat penting di dalam pasar mata uang digital serta mendanai beberapa proyek paling besar di pasaran.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang koin XCH tersebut, maka Anda perlu membaca ulasan di bawah ini hingga tuntas.

Apa itu Koin Chia (XCH)?

Chia koin merupakan sebuah mata uang digital yang menggerakkan sebuah jaringan Chia. Blockchain tersebut berdasarkan pada algoritma konsensus baru serta inovatif yang jauh dari dualitas tradisional PoS dan PoW.

Jaringan chia merupakan platform login serta transaksi cerdas yang dibuat di tahun 2017 oleh Bram Cohen, dia merupakan seorang programmer protokol BitTorrent.

Website resminya yaitu Home Chia Network. Selain itu koin Chia memakai singkatan XCH di bursa. Proyek sumber terbuka yang disini menerima penilaian sebanyak 500 juta dolar dalam putaran investasi terakhirnya telah mulai menarik atensi yang luas di dalam beberapa minggu terakhir ini.

Sistem yang memberikan penghargaan pada para penambang dengan logika proof-of-space, memungkinkan bagi para penambang dengan harddrive SSD dan HDD.

Produsen hardisk populer saat ini memperkirakan bahwasannya hardisk nantinya akan naik 10% di akhir tahun oleh karena Chia.

Pada dasarnya menurut seorang ahli Chia saat ini memang menawarkan manfaat sama seperti Bitcoin, namun menggunakan lingkungan kontrak pintar on chain yang jauh lebih aman.

Jangan lupa pula bahwasanya fungsi kontrak pintar di dalam jaringan Bitcoin tersebut terbatas serta pengembang bisa dengan lebih mudah lagi memakai Chia untuk memperoleh kontrak pintar yang aman dan juga canggih.

Ini bekerja dengan menggunakan bahasa pemrograman blockchain yang baru. Bahasa pemrograman tersebut ini di kenal juga dengan nama Chialisp serta aman dan mudah dipakai untuk pengembang yang nantinya ingin mulai dalam membangun kontrak pintar di atas sebuah jaringan blockchain.

Dia mengklaim bahwasanya jaringan blockchain tersebut lebih transparan serta mudah dipakai dan siap untuk para developer.

Pada dasarnya Chia merupakan jaringan blockchain yang baru menggunakan mata uang kripto dan bernama koin Chis yang di sini bertujuan guna memudahkan bagi orang dalam mengakses mata uang crypto serta jaringan blockchain.

Perangkat keras yang dibutuhkan untuk menambang mata uang digital memakai logika proof-of-work  seperti etherium dan Bitcoin menghabiskan banyak sekali daya serta mengeluarkan banyak panas atau overheat.

Pengembangan chia di sisi lain akan mengonsumsi daya yang terbilang lebih sedikit oleh karena bekerja dengan menggunakan logika proof-of-space.

Konsumsi daya yang rendah akan memastikan bahwasannya panas yang dipancarkan ke lingkungan tersebut juga rendah.

Sekalipun penambangan oleh satu orang tidak akan membuat panas yang cukup dalam merusak lingkungan, fakta bahwasanya fasilitas penambangan didirikan di sebuah lahan seluas 100 m² hingga bisa menimbulkan masalah yang besar.

sebenarnya di sini lebih suka memakai konsep farming, namun bukan mining. Perbedaannya di sini yaitu pertambangan memerlukan lebih banyak tenaga kerja. Sedangkan untuk pertanian hanya memakai ruang kosong di TPA.