Indonesia Website Awards
Satechain Media

Strategi Baru Penambang Bitcoin, dengan Model Rantai Pasokan WW2

SHARE

Satechainmedia.com- Penambang Bitcoin sedang mencari cara untuk meningkatkan efisiensi menjelang Bitcoin halving tahun 2024. Mereka membandingkan kesulitan penambangan saat ini dengan tantangan yang dihadapi selama periode halving tahun 2016-2020.

Menariknya, mereka mencari inspirasi pada logistik rantai pasokan sekutu Perang Dunia II untuk mencari solusi, seperti yang dilaporkan oleh hashrateindex.

Salah satu metode yang dipertimbangkan adalah Metode Simpleks, sebuah algoritma optimisasi rantai pasokan yang dikembangkan oleh matematikawan George Dantzig selama Perang Dunia II. Metode ini bermanfaat dalam menyelesaikan masalah optimisasi yang kompleks.

Sebagai contoh, ada sebuah usaha fiktif bernama Balmy Mining yang menggunakan metode ini. Balmy Mining mengoperasikan rig penambangan kripto dengan mempertimbangkan batasan biaya listrik dan kapasitas.

Baca Juga…

Menganalisis Kemampuan

Usaha ini menganalisis kemampuan daya dan efisiensi dari setiap model rig penambangan kripto, mirip dengan model keputusan pemrograman linier. Dengan menguji ulang pengaturan daya yang optimal untuk seluruh rig, usaha ini dapat memaksimalkan pendapatan penambangan.

Sebagai contoh, dengan menggunakan harga hash tetap sebesar $72/PH/hari, kedua model M30 dalam armada Balmy Mining harus berjalan dengan kapasitas penuh untuk memaksimalkan keuntungan.

Namun, penambang perlu beradaptasi dengan volatilitas harga hash, dan menyesuaikan operasi mereka sesuai dengan perubahan tersebut.

Dalam situasi di mana kesulitan jaringan meningkat sementara harga Bitcoin stagnan dan harga hash turun menjadi $50/PH/hari, Balmy Mining perlu mengurangi penggunaan daya. Daya yang berlebihan dapat dijual atau digunakan untuk rig penambangan baru yang lebih efisien.

Penerapan model rantai pasokan Perang Dunia II ini menunjukkan bahwa analisis efisiensi yang komprehensif dapat membantu penambang menghadapi perubahan harga Bitcoin atau harga hash. Dengan demikian, mereka dapat memastikan hasil optimal dari operasi penambangan mereka, terutama menjelang Bitcoin halving tahun 2024.

Robinhood Lakukan Layoff

Sebelumnya Pada Tanggal (27/06), Bursa Kripto Robinhood mengumumkan pada tanggal 26 Juni bahwa mereka akan Layoff sekitar 7% atau sekitar 150 karyawan tetap mereka. Keputusan ini diambil karena perusahaan mengalami penurunan keterlibatan pelanggan. mereka menyatakan….BacaSelengkapnya


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Satechain media di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.