Satechain Media

Mengenal Lebih Jauh Solana, Blockchain Pesaing Ethereum

SHARE

satechainmedia.com- Perkembangan teknologi saat ini memang semakin bertumbuh dengan cepat. Salah satu teknologi di zaman yang sudah semakin modern ini yaitu blockchain yang masih saja terus menjadi perhatian oleh karena memiliki kemampuan yang patut untuk diacungi jempol dalam hal kefisienannya.

Blockchain yang ternama untuk saat ini yaitu ethereum dan sudah menjadi rumah dari banyak sekali jenis-jenis token keuangan terdesentralisasi, aplikasi terdesentralisasi, serta token non fungible.

Namun nyatanya, tidak hanya blockchain ethereum saja yang menjadi pusat perhatian. Akhir-akhir ini ethereum telah kedatangan pesaing yang cukup kuat dari sisi blockchainnya, yaitu solana.

Kemampuan jaringan yang dimiliki oleh mata uang kripto SOL memang tidak main-main. Berbagai macam kelebihan yang dimiliki oleh blockchain solana membuatnya jadi semakin populer dan banyak diperbincangkan saat ini.

Namun tentunya, beberapa dari Anda masih merasa asing dengan istilah. Bagi Anda yang merasa penasaran apa itu solana, maka perlu membaca ulasan di bawah ini hingga tuntas.

Pengertian $SOL

merupakan sebuah protokol yang terdesentralisasi, serta blockchain untuk membangun Dapps. Berkat sistem komputasi terdistribusinya, solana dilaporkan mampu mencapai 65.000 transaksi untuk tiap detiknya.

Hal itu berbeda dengan jaringan lain yang memakai konsensus Proof-of-Stake atau Proof-of-Work (PoW), solana di sini menggabungkan antara konsensus Proof-of-History (PoH) dan PoS yang diciptakan oleh Anatoly Yakovenko sebagai pengembangnya.

PoH merupakan sebuah konsep yang mana di sini memungkinkan skalabilitas protokol yang jauh lebih besar, yang mana pada gilirannya nanti akan meningkatkan nilai guna.

Sama halnya seperti blockchain cardono dan juga ethereum, blockchain solana disini juga bisa untuk diprogram.

Blockchain solana telah menduduki posisi puncak dari kecepatan pemrosesan transaksi serta jumlah TPSnya.

Hal itulah yang akhirnya membuat blockchain SOL selalu menjadi sorotan utama oleh para investor, serta pengamat.

Karena blockchain yang hadir di tahun 2020 tersebut memang tampak sangat menjanjikan sekali. Terlebih lagi biaya transaksi yang dibebankan cukup rendah dan memiliki kecepatan yang tinggi, hingga solana akhirnya mampu menarik banyak developer ke blockchainnya. Berbagai macam kontrak pintar dan proyek Dapp sudah dibangun blockchain tersebut.

Dengan memiliki kemampuan jaringan tersebut, akhirnya menuai banyak sekali pandangan positif, hal itu berdampak pada crypto asli dari solana, yaitu SOL, terus mendapat apresiasi harga yang cukup konsisten dari waktu ke waktu.

Saat ini Cryptocurrency Sol telah menjadi semakin populer, terlebih dalam beberapa bulan terakhir ini, karena memang skalabilitas yang sangat luas serta efisiensi penambangannya.

Dengan kinerja yang sangat baik tersebutlah akhirnya membuat banyak sekali para investor dan pengamat percaya bahwa solana akan mampu untuk menjadi pemimpin masa depan dari lanskap DeFi. 

Kepopuleran

NFT di SOL saat ini juga jadi tak kalah populer oleh karena alasan yang sama. Akan tetapi, ketika Ethereum 2.0 hadir serta memperbaiki problem yang berhubungan dengan skalabilitas serta kecepatan, maka tidak sedikit juga orang yang berharap agar ethereum bisa kembali merebut momentum.

Hal itu dikarenakan, mengingat beberapa ekosistem DeFi bisa bertahan dan hidup berdampingan secara berkelanjutan. Para investor berharap agar blockchain solana nantinya bisa mempunyai penggemar sendiri.

SOL yang merupakan token asli dari solana akan makin diuntungkan dengan bertemunya basis para penggemar dari solana tersebut.

Itulah tadi ulasan singkat mengenai blockchain solana yang saat ini semakin populer dan digadang-gadang mampu menyaingi blockchain ethereum yang sudah lebih dahulu menjadi favorit bagi para investor.