Satechain Media

Gara-gara Presiden Rusia Angkat Bicara, Bitcoin Naik Lagi

SHARE

satechainmedia.com- Bitcoin kembali melonjak setelah Presiden Rusia Vladimir Putin angkat bicara. Diketahui beberapa hari yang lalu Bitcoin sempat menanjak hingga $60.000. Komisi Sekuritas dan Bursa AS menyatakan tak akan melarang ETF BTC atau Exchange Trade Fund berjangka Bitcoin di Amerika Serikat beberapa hari yang lalu.

Tak disangka, beberapa hal lainnya ikut membuat Bitcoin kembali meroket.

Presiden Rusia Beri Statement hingga Bitcoin Naik Lagi

Vladimir Putin mengungkapkan mengenai pendapatnya terkait Crypto. “Cryptocurrency mempunyai hak atas eksistensinya dan memiliki hak sebagai alat untuk transaksi” ungkapnya seperti dilansir situs web Kremlin kamis lalu.

Pernyataan Putin pada wawancara dengan CNBC ini kembali membuat Bitcoin hampir menyentuh angka $60.000 pada 15 Oktober. Data tersebut selaras dengan data dari website Indodax, dimana Jum’at lalu harga Bitcoin telah mencapai $59.454.

Pembahasan terkait crypto ini tercetus karena adanya rencana Rusia untuk menggantikan dollar AS dalam perdagangan minyak. Putin ditanyai tentang pendapatnya mengenai kemungkinan untuk mata uang digital seperti crypto sebagai pengganti dolar Amerika Serikat.

Putin menganggap hal tersebut terlalu dini untuk dipertimbangkan didepan publik, terlebih lagi mengenai perdagangan sumber daya energi seperti minyak.

Ia meyakini bahwa mata uang crypto seperti Bitcoin memiliki nilai, namun ia belum bisa memastikan apakah itu bisa digunakan dalam perdagangan minyak.

CEO Indodax, Oscar darmawan ikut angkat bicara soal berita membahagiakan ini. “Kami tetap merasa senang karena Putin ikut menjadi kepala negara yang pro terhadap mata uang crypto” ungkapnya. Ia memaparkan bahwa statement Putin menjadi berita baik bagi investor crypto dari seluruh dunia.

Rusia Sempat Larang Transaksi Crypto Seperti Bitcoin

Sebelumnya dilansir oleh Satechainmedia.com, sebelumnya Rusia sempat tidak melegalkan transaksi menggunakan mata uang Crypto seperti Bitcoin di dalam negeri. Meskipun warganya tidak akan mendapat ancaman hukum dari negara saat melakukan transaksi di valuta asing, Rusia bahkan berencana mengeluarkan mata uang digital resmi.

Bank Sentral Rusia juga sempat mengisyarakatkan crypto sebagai aset fluktatif. Dengan kata lain, mereka belum dapat menyetujui crypto sebagai alat pembayaran yang sah di Rusia.