Indonesia Website Awards
Satechain Media

ACE Bursa Kripto Terbesar Di Taiwan, Hadapi Tidak Pidana Kasus Shitcoin

SHARE

Satechainmedia.com- Dalam peristiwa mengejutkan, ACE, bursa kripto terbesar di Taiwan, mendapati dirinya dalam penyelidikan pidana. Penyelidikan ini, yang dipimpin oleh kepolisian kriminal Taiwan, berpusat pada tuduhan penipuan melebihi NT$1 miliar.

Sorotan penyelidikan ini tertuju pada promosi dan penjualan ‘shitcoins’, istilah yang digunakan secara kolokial untuk menggambarkan kripto yang tidak berharga atau penipu. Kasus ini telah menimbulkan getaran di komunitas kripto, mencerminkan sisi gelap dari boom mata uang digital.

Perkembangan Kisah: Skema Penipuan Bursa kripto ACE Taiwan

Laporan menunjukkan bahwa operasi ACE bursa asal taiwan itu melibatkan lebih dari sekadar pertukaran kripto. Dikatakan bahwa Lin Nan dan Pan Nan, dua tokoh kunci dalam saga ini, mengatur skema canggih untuk menipu investor.

Dengan memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram dan Facebook, mereka dikabarkan memikat investor dengan janji kekayaan cepat, menyatakan bahwa beberapa mata uang virtual akan terdaftar di bursa terkemuka baik di dalam negeri maupun internasional.

Inti dari strategi mereka berkisar pada eksploitasi asimetri informasi dan memanfaatkan kegilaan kripto yang dipicu oleh kesuksesan Bitcoin. Mereka menyajikan mata uang yang sebenarnya tidak berharga ini sebagai investasi teknologi canggih dengan potensi masa depan tinggi.

Namun, dalam kenyataannya, ini tidak lebih dari ‘junk coins’ dan ‘air coins’ – istilah yang menunjukkan kripto tanpa nilai atau potensi nyata.

Razia dan Dampaknya: Penindakan Besar

Dalam serangan bersama, polisi melancarkan razia di 15 lokasi di Taipei, New Taipei, dan Taichung, yang berakhir dengan penangkapan 14 individu, termasuk Lin, Pan, dan karyawan mereka.

Operasi ini bukan hanya sekadar teguran; ini adalah pukulan besar terhadap aktivitas penipuan yang diduga dilakukan oleh ACE. Otoritas menyita aset yang signifikan, termasuk NT$111,52 juta dalam bentuk uang tunai dari tempat tinggal Lin dan mata uang virtual senilai NT$108 juta dari markas perusahaan.

Penyitaan ini, dengan total lebih dari NT$200 juta, menjadi bukti dari skala penipuan yang diduga. Polisi memperkirakan total kerugian akibat penipuan bisa melebihi NT$1 miliar, jumlah yang mengejutkan yang menunjukkan seberapa besar skandal ini.

Selama interogasi, Lin dan Pan tetap terdiam, memberikan jawaban yang mengelak, semakin mempersulit penyelidikan. Keduanya, bersama dengan rekan-rekan mereka, kini menghadapi tindakan hukum dengan berbagai tuduhan, termasuk penipuan dan pelanggaran terhadap Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang dan Undang-Undang Perbankan.

Pada intinya, skandal ACE bukan hanya sekadar bingkai di radar kripto; ini adalah pengingat tegas tentang potensi risiko di dunia mata uang digital.

Saat pasar kripto terus berkembang, kasus ini menekankan perlunya kewaspadaan dan regulasi untuk melindungi investor dan menjaga integritas industri yang berkembang ini. Pengembangan penyelidikan ini akan closely watched, karena akan menetapkan preseden dan mungkin membentuk kerangka regulasi masa depan dalam dunia kripto.


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Satechain media di Google News. Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.